BUKAN SEKEDAR MAXISCOOTER ITALY : TAPI KARYA SENI RODA DUA | ITALJET ROADSTER 400 Leave a comment

Bagikan konten ini...

Halo sobat Matic! Selamat datang kembali di website maticholic. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan rezeki yang berkelimpahan, dan semoga motor kalian tetap kencang meskipun jalanan penuh polisi tidur. Kali ini kita kedatangan motor yang lagi bikin heboh dunia roda dua pada ajang motorshow di eikma – milan 2025 — motor yang nggak mau disebut sekadar skuter, tapi lebih ke “art piece yang bisa ngebut di jalan raya”. Inilah dia, Italjet Roadster 400, motor yang tampilannya kayak anak hasil kawin silang antara Skutik retro dan desain eksperimental dari masa depan.

Sekilas pandang, Italjet Roadster 400 ini bukan sekadar motor baru — ini adalah representasi filosofi Italjet tentang keberanian. Dari jauh saja, sudah kelihatan kalau ini bukan skutik buat ngantor atau antar anak sekolah. Ini motor yang dibuat buat gaya, buat ngerasain sensasi jalanan dengan cara yang berbeda. Italjet, brand asal Italia yang sebelumnya terkenal lewat Italjet Dragster mereka yang ikonik, kembali nekat menabrak batas desain sbuat skutik dengan Roadster 400 ini. Mereka tahu pasar motor premium penuh dengan kompetitor, tapi tetap percaya diri bahwa gaya mereka nggak bisa ditiru siapa pun.

Desainnya benar-benar jadi pusat perhatian di eikma 2025 ini. Dari depan, fascia motor ini futuristik banget. Lampu utama LED-nya punya bentuk menyerupai mata robot, dengan DRL yang melingkar seperti cincin cahaya. Desain fairing-nya terbuka, memperlihatkan sebagian struktur tubular frame yang dicat kontras, biasanya warna merah atau silver. Dari samping, kamu bisa lihat bagian kaki-kaki yang kokoh dan proporsional, sementara bagian belakang dibuat minimalis dengan lampu kecil LED horizontal. Kesan “naked scooter” terasa kuat — sesuatu yang jarang banget kita lihat di dunia skuter modern.

Kalau dilihat dari belakang, siluetnya tajam tapi nggak lebay. Knalpot ganda Akrapovic bikin tampilannya tambah gahar, apalagi dengan finishing carbon tip yang elegan. Joknya dibuat dua tingkat, dengan tekstur kulit sintetis berkualitas tinggi dan stitching kontras. Di bawah jok, ruang penyimpanannya nggak besar — ini bukan motor buat bawa helm full-face atau belanja bulanan. Tapi justru itu yang bikin dia eksklusif: ini motor gaya, bukan motor logistik.

Joknya tinggi, sekitar 810 mm, membuat posisi duduk terasa lebih dominan, cocok buat rider dengan postur 170 cm ke atas. Kalau kamu biasa naik matic 125 cc, lalu naik Roadster 400 ini, sensasinya beda jauh. Seolah-olah kamu dari naik becak langsung pindah ke jet pribadi.

Soal fitur, Italjet nggak mau kalah. Ada panel digital full color TFT, sistem keyless, lampu full LED, port USB charger, dan bahkan sistem konektivitas smartphone untuk menampilkan notifikasi. Tapi di balik semua itu, jangan lupakan esensinya: ini motor untuk orang yang ingin diperhatikan. Ketika kamu parkir di depan kafe, motor ini langsung jadi magnet perhatian. Bahkan, orang yang nggak ngerti motor pun bakal nanya, “Bro, ini motor atau pesawat luar angkasa?”

Fitur yang unik ala italjet adalah system suspensi pada bagian depan, khas italjet dengan sistem “DLAS” atau Dynamic Linkage Articulated Steering sebagai fitur utamanya. Teknologi ini bukan gimmick marketing, tapi sistem suspensi depan yang benar-benar baru, memberikan stabilitas lebih baik di kecepatan tinggi dan kemampuan menikung yang presisi. Kalau biasanya skutik besar terasa “limbung” saat menikung tajam, Roadster 400 justru stabil dan nurut. Tapi ya, jangan terlalu pede juga, karena kalau kamu salah teknik belok, motor ini bisa lebih jujur dari mantan kamu waktu ketahuan selingkuh.
Sementara bagian belakang mengandalkan monoshock Ohlins dengan preload adjustable, yang tak kalah menarik dengan system barunya juga. Hasilnya? Setiap guncangan jalanan bisa dilibas dengan elegan. Tapi jangan salah, karakter suspensinya agak firm, alias keras—jadi kalau kamu boncengan sama pacar, siap-siap pinggangnya pegal kalau lewat jalan beton berlubang. Tapi demi gaya, siapa yang peduli, kan?

Bagian pengereman dipercayakan pada Nissin, dengan cakram ganda di depan dan ABS dual-channel. Diameter cakramnya besar, 270 mm di depan dan 230 mm di belakang. Artinya, kamu bisa ngerem confident tanpa drama “ban nyeret sampe copot sandal”. Velg 15 inci di depan dan 14 inci di belakang dibungkus ban lebar yang siap nempel di aspal panas musim kemarau.

Sektor mesin juga nggak main-main. Italjet menyematkan mesin satu silinder 394cc berpendingin cairan, dengan output sekitar 41,5 hp di putaran 7.500 rpm dan torsi sebesar 30,3 Nm pada putaran 6.000 rpm. Artinya, motor ini bisa diajak melaju di jalan bebas hambatan tanpa kehilangan napas. Tenaga sebesar itu untuk motor seukuran skutik, bisa bikin kamu lupa kalau ini bukan motor sport. Tapi tentu saja, dengan tenaga segitu, kamu juga harus siap dengan konsumsi bensin yang sedikit lebih boros dibanding skutik 150 lainnya. Kalau skutik biasa bisa 45–50 km/liter, Roadster ini realistisnya sekitar 25–30 km/liter, tergantung seberapa sering kamu muterin gas kayak orang dikejar anjing. Tidak irit, tapi wajar untuk tenaga sebesar itu. Tangkinya sendiri punya kapasitas 12 liter, jadi kamu masih bisa jalan jauh tanpa harus sering mampir SPBU. Apalagi kalau kamu touring, motor ini bisa dibilang nyaman banget buat perjalanan 100 km ke atas. Tapi kalau cuma dipakai keliling komplek, siap-siap ditanya tetangga, “Ngapain beli motor segede itu buat beli roti?”

Lalu bagaimana soal performa real-nya di jalan? Berdasarkan beberapa test ride jurnalis Eropa di eikma, Roadster 400 ini punya akselerasi yang halus tapi kuat. Tenaganya keluar linear dari rpm rendah, berkat sistem throttle elektronik yang responsif. Transmisi otomatis CVT-nya juga disetel lebih sporty — bukan CVT malas kayak skutik biasa. Jadi ketika kamu twist gas sedikit, motor langsung merespons cepat tanpa delay. Handling-nya terasa natural meski agak berat di kecepatan rendah, tapi begitu sudah di atas 40 km/jam, keseimbangannya luar biasa stabil. DLAS tadi bekerja sempurna dalam menjaga traksi dan kestabilan ban depan, bahkan ketika melewati tikungan cepat.

Satu hal yang menarik adalah sensasi suaranya. Dengan knalpot Akrapovic bawaannya, suaranya berat tapi nggak norak. Ada growl halus yang mengingatkan kita pada motor-motor cafe racer, tapi tetap refined. Kalau kamu lewat di depan orang, mereka pasti nengok — bukan karena berisik, tapi karena suaranya elegan. Dan itu, bro, nilai prestise yang nggak bisa dibeli dari motor harian biasa.

Sekarang kita ngomongin ergonomi dan kenyamanan. Posisi duduknya agak tinggi dan agresif. Kaki agak menekuk, tapi posisi stang tetap nyaman. Berat totalnya sekitar 151 kg—cukup berat buat ukuran skutik, tapi masih manageable. Saat dikendarai di jalan raya, motor ini terasa planted dan stabil, tapi di kemacetan kota besar seperti Jakarta atau Bandung, kamu harus punya refleks secepat barista Starbucks saat pelanggan minta pesanan custom. Radius putarnya aga sempit, jadi mending hindari jalan gang.

Harga? Ini bagian yang bikin banyak orang garuk kepala. Italjet Roadster 400 dibanderol sekitar €7.500 pada saat dirilis di eikma, atau setara Rp 150 juta-an kalau dikonversi kerupiah. Itu pun belum termasuk pajak impor kalau masuk Indonesia. Jadi kalau nanti dijual resmi di sini, kemungkinan besar harga OTR-nya bisa nyentuh 200-300 juta lebih. Tapi ya, Italjet memang bukan main di segmen massal. Mereka tahu targetnya: orang-orang yang mau tampil beda, mau sesuatu yang nggak pasaran, dan siap bayar lebih untuk desain serta teknologi unik.

Motor ini luar biasa keren — tapi jelas bukan buat semua orang. Kalau kamu tinggal di daerah yang sering banjir, ya siap-siap nangis kalau bagian bawahnya kena air. Kedua, servis dan spare part? Ya jelas nggak semurah skutik Jepang. Kamu bakal sering denger kata “indent part” dari bengkel resmi. Ketiga, posisi joknya tinggi — jadi buat pengendara dengan tinggi badan di bawah 165 cm, siap-siap jinjit manja setiap berhenti.

Namun di balik semua kekurangan itu, Italjet Roadster 400 tetap punya daya tarik yang sulit dilawan. Ia mewakili jiwa bebas, keberanian untuk tampil beda, dan gaya hidup yang nggak takut kelihatan menonjol. Di dunia yang penuh skutik kembar dengan desain seragam, Roadster ini seperti “rockstar” di tengah paduan suara. Semua mata tertuju padanya, dan itu memang tujuannya.

Dan bicara soal sejarah, Italjet sendiri bukan pemain baru. Didirikan pada tahun 1959 oleh Leopoldo Tartarini — seorang legenda balap Italia — Italjet punya tradisi membuat motor yang nyentrik, eksperimental, dan futuristik. Dari Italjet Formula 125 sampai Dragster 200 yang ikonik, setiap model mereka punya ciri khas desain terbuka dan sistem kemudi unik. Jadi waktu Italjet meluncurkan Roadster 400 di eikma, itu bukan kejutan, tapi lanjutan dari DNA mereka yang berani berbeda.

Italjet Roadster 400 adalah motor untuk jiwa-jiwa yang nggak mau jadi penonton. Motor ini dibuat buat kamu yang pengen tampil beda, pengen punya kendaraan yang bukan sekadar alat transportasi, tapi bagian dari ekspresi diri. Kalau kamu beli motor ini, kamu nggak cuma beli performa, tapi juga beli cerita.

“Motor itu kayak hidup — kalau main aman terus, ya nggak akan pernah jadi legenda.”

Leave a Reply